Sumber : https://www.google.com/finance/quote/ANTM:IDX?sa=X&ved=2ahUKEwidyJ-15qiSAxVfRmwGHQYABBIQ3ecFKAN6BAgkEAQ

Jakarta, 26 Januari 2026 – Pasar logam mulia global dan domestik memecahkan rekor bersejarah seiring gejolak geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat, yang mendorong investor menuju aset safe-haven.

Di pasar internasional, harga perak (XAG) mengalami kenaikan fenomenal. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, logam putih ini menembus level psikologis US$100 per troy ons pada Jumat (23/1) lalu, sebelum melanjutkan penguatan ke level US$104,68 per Senin pagi ini. Kenaikan ini mencatatkan lonjakan lebih dari 200% dalam setahun terakhir, didukung oleh kekhawatiran pasokan, likuiditas fisik yang rendah di London, serta permintaan investasi yang kuat.

Sementara itu, di pasar domestik, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang dijual melalui Pegadaian pada hari ini (26/1) tercatat stabil di level tinggi. Harga jual untuk ukuran 1 gram mencapai Rp3.168.000, dengan harga buyback (beli kembali) di level Rp2.741.000.

Harga bervariasi sesuai ukuran, mulai dari Rp1.639.000 untuk 0,5 gram hingga Rp3,1 miliar lebih untuk batangan 1 kilogram. Kenaikan harga emas domestik ini selaras dengan tren global, di mana harga emas dunia juga dilaporkan telah menembus level psikologis US$5.000 per troy ons.

Analis dari Metals Focus, Philip Newman, menyatakan bahwa perak akan terus diuntungkan oleh faktor-faktor pendukung yang sama dengan emas. "Dukungan tambahan akan datang dari kekhawatiran tarif yang berkelanjutan," ujarnya.

Kinerja emas dan perak ini juga tercermin pada perdagangan saham sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham ANTM sendiri meroket 11,42% ke level Rp4.780 per lembar, disusul saham-saham komoditas lain seperti BUMI dan MDKA yang juga menguat.