Sumber : BHKM

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil langkah baru dalam sistem evaluasi pendidikan nasional mulai tahun 2026. Asesmen Nasional (AN) resmi diintegrasikan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mengurangi beban ujian yang harus diikuti peserta didik.

Integrasi ini dilakukan pada level teknis pelaksanaan, tanpa mengubah fungsi utama masing masing asesmen. AN tetap difokuskan sebagai alat evaluasi mutu sistem pendidikan, sementara TKA berperan sebagai asesmen individu untuk mengukur capaian akademik siswa dan dapat dimanfaatkan dalam jalur prestasi.

Sekretaris Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Muhammad Yusro, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil agar siswa tidak terlalu sering mengikuti ujian dengan materi dan jadwal yang terpisah. Dengan integrasi ini, proses asesmen menjadi lebih efisien namun tetap bermakna.

Pelaksanaan AN dan TKA tahun 2026 untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan berlangsung pada April. Siswa kelas 6 dan 9 akan mengikuti asesmen Matematika dan Literasi Bahasa Indonesia, disertai survei karakter serta lingkungan belajar. Seluruh mekanisme dirancang agar tetap memperhatikan kondisi psikologis dan kesiapan siswa.

Meski bersifat tidak wajib, antusiasme terhadap TKA cukup tinggi. Dalam lima hari sejak pendaftaran dibuka pada 19 Januari 2026, tercatat sekitar 2,8 juta siswa SD dan SMP telah mendaftarkan diri. Pemerintah berharap jumlah tersebut terus bertambah hingga akhir masa pendaftaran pada 28 Februari 2026.

Kemendikdasmen juga menyediakan platform Ayo Coba TKA yang dapat diakses siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Platform ini memungkinkan siswa berlatih dan mengenal bentuk soal TKA secara resmi sebelum pelaksanaan utama.

Dengan integrasi AN dan TKA, pemerintah berharap sistem evaluasi pendidikan menjadi lebih sederhana, adil, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tanpa menambah tekanan berlebih bagi peserta didik.

Post Terkait